<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>Voucher PLN</title>
		<link>http://voucherpln.ucoz.com/</link>
		<description></description>
		<lastBuildDate>Mon, 13 Aug 2012 05:06:12 GMT</lastBuildDate>
		<generator>uCoz Web-Service</generator>
		<atom:link href="https://voucherpln.ucoz.com/news/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
		
		<item>
			<title>Wow..Mbah Mbing Temukan Pembangkit Listrik Tenaga Hampa</title>
			<description>&lt;p&gt;&lt;font style=&quot;font:10px tahoma;color:#ff0000;&quot;&gt;
 Selasa, 24 Juli 2012 23:00:52 WIB &lt;br&gt;
 &lt;/font&gt; Reporter :
 Brama Yoga Kiswara &lt;br&gt;
 &lt;br&gt;
 &lt;span style=&quot;font-size:12px; font-family:Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;
 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Malang (beritajatim.com) &lt;/strong&gt;-
 Sejarah dunia kelistrikan Indonesia akan dimulai di Kabupaten Malang. 
Seorang pria sepuh yang hanya lulusan Sekolah Dasar, menemukan pasokan 
listrik menggunakan teknik Pembangkit Listrik Tenaga Hampa (PLTH).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Konon, PLTH temuan warga Kecamatan Pujon ini, bisa menggantikan 
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir sekalipun. Bedanya, PLTH temuan Mbah 
Mbing lebih ramah lingkungan. Tidak berisik. Tidak berlimbah. Tanpa 
suara dan tentunya, hemat ribuan kabel listrik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hebohnya, mantan Dirut PLN yang kini menjabat Menteri BUMN Dahlan 
Iskan, Sudah mengontak langsung penemu PLTH. Dalam waktu dekat, Dahlan 
Iskan juga dijadwalkan mengunjungi rumah penemu teknologi PLTH dimana 
bahan dasar bakunya, menggunakan karbon...</description>
			<content:encoded>&lt;p&gt;&lt;font style=&quot;font:10px tahoma;color:#ff0000;&quot;&gt;
 Selasa, 24 Juli 2012 23:00:52 WIB &lt;br&gt;
 &lt;/font&gt; Reporter :
 Brama Yoga Kiswara &lt;br&gt;
 &lt;br&gt;
 &lt;span style=&quot;font-size:12px; font-family:Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;
 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Malang (beritajatim.com) &lt;/strong&gt;-
 Sejarah dunia kelistrikan Indonesia akan dimulai di Kabupaten Malang. 
Seorang pria sepuh yang hanya lulusan Sekolah Dasar, menemukan pasokan 
listrik menggunakan teknik Pembangkit Listrik Tenaga Hampa (PLTH).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Konon, PLTH temuan warga Kecamatan Pujon ini, bisa menggantikan 
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir sekalipun. Bedanya, PLTH temuan Mbah 
Mbing lebih ramah lingkungan. Tidak berisik. Tidak berlimbah. Tanpa 
suara dan tentunya, hemat ribuan kabel listrik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hebohnya, mantan Dirut PLN yang kini menjabat Menteri BUMN Dahlan 
Iskan, Sudah mengontak langsung penemu PLTH. Dalam waktu dekat, Dahlan 
Iskan juga dijadwalkan mengunjungi rumah penemu teknologi PLTH dimana 
bahan dasar bakunya, menggunakan karbon dari batok kelapa sebagai 
pembakar aliran listriknya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Adalah Slamet Hariyanto. Pria umur 51 tahun yang akrab disapa Mbah 
Mbing itu, saat ini tinggal di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten 
Malang. Tak ada bekal ilmu teknik dasar tentang kelistrikan. Hanya saja,
 Mbah Mbing paling suka jika harus mengotak-atik arus rendah maupun arus
 tegangan tinggi listrik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bahan dasar PLTH temuan Mbah Mbing, menggunakan karbon dari batok dan
 sabut kelapa. Fungsinya, karbon berguna sebagai bateray. Selanjutnya, 
bateray dari karbon batok kelapa itu, dijadikan alat penggerak untuk 
menghasilkan listrik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terbukti, pembangkit listrik yang sudah dirancang sedemikian rupa 
itu, mampu menghasilkan tenaga listrik maksimal. 1 fuse dan 3 fuse, 
menghasilkan kapasitas listri sampai 220vlt dengan kapasitas 1000 hingga
 6000 watt. Sedang untuk fuse 3, sanggup menghasilkan 380 fuse dengan 
kapasitas tegangan diatas 13.000 watt.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Butuh riset cukup panjang. Saya memulai riset ini sejak 4 tahun yang
 lalu,&quot; ungkap Mbah Mbing saat dikunjungi Bupati Malang, Rendra Kresna, 
Selasa (24/7/2012).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mendapat kunjungan orang nomer satu di wilayahnya, Mbah Mbing dengan 
cekatan, mendemonstrasikan cara kerja mesin PLTH temuannya. Seluruh 
mesin yang mirip kotak brankas itu, terdiri dari berbagai rangkaian. 
Hebatnya, dari seluruh komponen mesin PLTH miliknya, semuanya termasuk 
limbah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hanya beberapa komponen yang terpaksa dia beli. Masalahnya, selain 
sulit mendapatkan barang tersebut, ia tidak punya cukup waktu untuk 
membuatnya sendiri. &quot;Kapasitornya saja yang beli. Harganya Rp.850.000. 
Kalau seluruh komponen, termasuk barang bekas. Besar kecilnya arus 
listrik, tergantung alat ini,&quot; kata Mbah Mbing sambil menunjukkan PLTH 
temuannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Atas observasi temuannya, listrik dirumah Mbah Mbing teraliri dengan 
PLTH mini miliknya. Melihat itu, Bupati Malang pun berdecak kagum seraya
 melontarkan kata jika pihaknya, siap membantu Mbah Mbing mematenkan 
PLTH.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Kami janji untuk mematenkan hasil temuan PLTH ini. Luar biasa. 
Jangan sampai karya warga Kabupaten Malang justru diklaim milik orang 
lain. Secepatnya, kami akan bantu untuk mematenkan,&quot; tegas Rendra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ia melanjutkan, selain Pemkab Malang, kabarnya dari Civitas Akademia 
Brawijaya Malang juga akan mendaftarka karya Mbah Mbing ke HAKI. Bahkan,
 menteri BUMN sudah mendengar temuan PLTH serta mengontak langsung 
penemunya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saking kagumnya PLTH temuan Mbah Mbing, Bupati Malang langsung 
merogoh kocek dan memberi bantuan uang tunai Rp.15 juta. Khabarnya, PLTH
 temuan Mbah Mbing sudah dilirik sejumlah perusahaan dan masyarakat 
umum. Bahkan, Mbah Mbing kerap dapat pesanan ratusan unit PLTH 
temuannya. Hanya saja, ia tidak serta merta menjual PLTH secara bebas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dikhawatirkan, produk temuannya justru dijiplak dan diklaim orang 
lain sebelum langkah prestise hasil renungannya bertahun-tahun, mendapat
 apreasiasi tersendiri. Dimana nantinya, PLTH Mbah Mbing benar-benar 
bisa menjadi hak paten temuannya. &lt;strong&gt;[yog/kun]&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;a title=&quot;Source&quot; href=&quot;http://beritajatim.com/detailnews.php/1/Ekonomi/2012-07-24/142096/Wow..Mbah_Mbing_Temukan_Pembangkit_Listrik_Tenaga_Hampa&quot;&gt;source&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://voucherpln.ucoz.com/news/wow_mbah_mbing_temukan_pembangkit_listrik_tenaga_hampa/2012-08-13-6</link>
			<dc:creator>voucherpln</dc:creator>
			<guid>https://voucherpln.ucoz.com/news/wow_mbah_mbing_temukan_pembangkit_listrik_tenaga_hampa/2012-08-13-6</guid>
			<pubDate>Mon, 13 Aug 2012 05:06:12 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Temuan Pembangkit Listrik dari Pujon</title>
			<description>&lt;font style=&quot;font:bold 20px tahoma;color:#0C3D9E;&quot;&gt;Mbah Mbing Terima Pesanan Dahlan Iskan &lt;/font&gt;
 &lt;form method=&quot;post&quot; name=&quot;form2&quot; id=&quot;form2&quot;&gt;
 &lt;table align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;1&quot; cellspacing=&quot;0&quot; hspace=&quot;4&quot; vspace=&quot;4&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;
 &lt;td&gt;&lt;img name=&quot;foto&quot; src=&quot;http://beritajatim.com/berita/brt872582574.jpg&quot; align=&quot;left&quot; border=&quot;2&quot; hspace=&quot;4&quot; vspace=&quot;4&quot;&gt; &lt;/td&gt;
 &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
 &lt;/form&gt;
 &lt;p&gt;&lt;font style=&quot;font:10px tahoma;color:#ff0000;&quot;&gt;
 Rabu, 25 Juli 2012 08:00:39 WIB &lt;br&gt;
 &lt;/font&gt; Reporter :
 Brama Yoga Kiswara &lt;br&gt;
 &lt;br&gt;
 &lt;span style=&quot;font-size:12px; font-family:Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;
 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Malang (beritajatim.com) -&lt;/strong&gt;
 Jika inovasi dunia kelistrikan dari tangan Slamet Haryanto (51) 
diproduksi secara massal dan diakui secara Hak Atas Kekayaan Intelektual
 oleh Negara, bisa jadi dunia listrik di Indonesia tak lagi membutuhkan 
Perusahaan Listrik Negara (PLN).&lt;br&gt;&lt;br&gt;PLN, pastinya tidak perlu repot 
lagi membangun menar...</description>
			<content:encoded>&lt;font style=&quot;font:bold 20px tahoma;color:#0C3D9E;&quot;&gt;Mbah Mbing Terima Pesanan Dahlan Iskan &lt;/font&gt;
 &lt;form method=&quot;post&quot; name=&quot;form2&quot; id=&quot;form2&quot;&gt;
 &lt;table align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;1&quot; cellspacing=&quot;0&quot; hspace=&quot;4&quot; vspace=&quot;4&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;
 &lt;td&gt;&lt;img name=&quot;foto&quot; src=&quot;http://beritajatim.com/berita/brt872582574.jpg&quot; align=&quot;left&quot; border=&quot;2&quot; hspace=&quot;4&quot; vspace=&quot;4&quot;&gt; &lt;/td&gt;
 &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
 &lt;/form&gt;
 &lt;p&gt;&lt;font style=&quot;font:10px tahoma;color:#ff0000;&quot;&gt;
 Rabu, 25 Juli 2012 08:00:39 WIB &lt;br&gt;
 &lt;/font&gt; Reporter :
 Brama Yoga Kiswara &lt;br&gt;
 &lt;br&gt;
 &lt;span style=&quot;font-size:12px; font-family:Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;
 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Malang (beritajatim.com) -&lt;/strong&gt;
 Jika inovasi dunia kelistrikan dari tangan Slamet Haryanto (51) 
diproduksi secara massal dan diakui secara Hak Atas Kekayaan Intelektual
 oleh Negara, bisa jadi dunia listrik di Indonesia tak lagi membutuhkan 
Perusahaan Listrik Negara (PLN).&lt;br&gt;&lt;br&gt;PLN, pastinya tidak perlu repot 
lagi membangun menara dan tiang-tiang listrik plus uluran rentangan 
kabel yang jika dirupiahkan, cukup fantastis nilainya. &quot;Butuh waktu lama
 membuat Pembangkit Listrik Tenaga Hampa (PLTH) ini. Saya melakukan 
riset dulu tahun 1997. Baru kemudian tahun 2008, alat PLTH ini saya 
ciptakan. Setelah diuji coba ternyata berhasil dan bisa difungsikan 
menerangi listrik di rumah,&quot; ungkap Mbah Mbing, sapaan akrab Slamet 
Haryanto, penemu spektakuler dunia kelistrikan dengan PLTH temuannya, 
Selasa (24/7/2012).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat ditemui Bupati Malang, Rendra Kresna dan
 pejabat teras Pemkab Malang hari ini, Mbah Mbing nampak santai. 
Sehari-hari, ia mengutak-atik arus rendah dan tegangan listrik di 
rumahnya. Yang lucu, tempat kerja Mbah Mbing berbaur dengan warung pecel
 milik istrinya. Ukuran lebarnya, tak sampai 5 meter. Mirip kamar tidur 
kos-kosan seorang mahasiswa berkantong cekak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sedikitpun, Mbah 
Mbing tidak punya bekal akademis jurusan teknik kelistrikan. Pria 
separuh baya itu bahkan hanya lulusan sekolah dasar saja. Namun, berkat 
keteguhan dan perenungan dirinya tentang masa depan kelistrikan, ia pun 
melakukan serangkaian inovasi. Awal mulanya, Mbah Mbing diminta tetangga
 dekat rumahya di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, 
membuat aliran listrik ke kandang ternak ayam petelur.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Melalui 
serangkaian uji coba dan keisengannya, Mbah Mbing justru menemukan alat 
Pembangkit Listrik Tenaga Hampa (PLTH) hasil buah tangannya. Cara kerja 
PLTH itu cukup diletakkan dalam rumah. Tidak berisik. Tidak menimbulkan 
uap. Tanpa limbah dan tentunya ramah lingkungan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Besar kecilnya 
arus listrik yang dihasilkan, tergantung seberapa tinggi dan besarnya 
alat kerja PLTH. Yang unik, penggerak listrik semacam bateray dalam 
komponen PLTH buatan Mbah Mbing, memakai sabut dan batok kelapa. &quot;Kalau 
dengan limbah batu bara malah bagus. Cuman, untuk mendapatkan batu bara 
juga susah,&quot; ucapnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia melanjutkan, seluruh rangkaian dalam 
PLTH rata-rata berbahan baku bekas alias daur ulang. Hanya kapasitor 
dalam rangkaian listrik saja yang harus membeli. &quot;Kapasitor listrik kita
 beli. Harganya Rp 850.000. Cukup mahal juga. Soalnya, saya tak mampu 
membuatnya sendiri. Waktunya belum ada,&quot; tegas Mbah Mbing.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Atas 
temuannya ini, Menteri BUMN yan juga Mantan Dirut PLN Dahlan Iskan 
dikabarkan akan menemui Mbah Mbing dalam waktu dekat ini. Rencanannya, 
Dahlan Iskan juga memesan 10.000 alat PLTH temuan Mbah Mbing dengan 
kapasitas 3 fuse atau setara dengan 6000 sampai 13.000 watt.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sedangkan PLN juga akan memesan alat PLTH sebanyak 1000 unit dengan kapasitas 1 fuse atau setara 3000 watt sampai 6000 watt.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ditambahkan
 Mbah Mbing, khusus pembuatan alat PLTH dengan 1 fuse, hanya memerlukan 
biaya Rp.5 juta per unit. Sedang pembuatan PLTH dengan 3 fuse, bisa 
menghabiskan dana sebesar Rp.15 juta per unitnya. &quot;Seluruh pembuatan 
alat ini menggunakan barang bekas. Yang baru hanya kapasitornya saja,&quot; 
pungkas Mbah Mbing yang sehari-hari, juga menerima pekerjaan service 
dinamo di rumahnya.&lt;strong&gt; [yog/but]&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;a title=&quot;Source&quot; href=&quot;http://beritajatim.com/detailnews.php/1/Ekonomi/2012-07-25/142100&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://voucherpln.ucoz.com/news/temuan_pembangkit_listrik_dari_pujon/2012-08-13-5</link>
			<dc:creator>voucherpln</dc:creator>
			<guid>https://voucherpln.ucoz.com/news/temuan_pembangkit_listrik_dari_pujon/2012-08-13-5</guid>
			<pubDate>Mon, 13 Aug 2012 05:03:59 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Wamena, Ibukota Kabupaten Pertama di Indonesia 100% Listrik Pintar</title>
			<description>&lt;div class=&quot;entry-content&quot;&gt;
 &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;(Jakarta, 7/8) Tidak pernah ada 
yang menduga sebelumnya, bahwa jauh di timur bumi nusantara, tepatnya di
 daerah lembah Baliem, yang berada di sekitar kawasan pegunungan 
Jayawijaya, propinsi Papua,&lt;span id=&quot;more-6362&quot;&gt;&lt;/span&gt; terdapat ibukota kabupaten yang sejak Oktober 2011 lalu, seluruh pelanggannya 100% menggunakan layanan Listrik Pintar.
 Ibukota kabupaten Jayawijaya, Wamena, menjadi ibukota pertama di 
Indonesia yang 100% pelanggannya menggunakan layanan Listrik Pintar.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada saat Oktober 2011 lalu, dari 
sekitar 7300 pelanggan PLN Wamena semuanya telah menggunakan layanan 
Listrik Pintar. Manajer PLN Wamena, Sudharmono menyatakan bahwa proses 
untuk menuju 100% pelanggannya menggunakan Listrik Pintar membutuhkan 
waktu dan proses yang cukup panjang hingga hampir 2 tahun untuk 
melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada pelanggan termasuk 
pendekatan kepada para stakeholder yang ada...</description>
			<content:encoded>&lt;div class=&quot;entry-content&quot;&gt;
 &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;(Jakarta, 7/8) Tidak pernah ada 
yang menduga sebelumnya, bahwa jauh di timur bumi nusantara, tepatnya di
 daerah lembah Baliem, yang berada di sekitar kawasan pegunungan 
Jayawijaya, propinsi Papua,&lt;span id=&quot;more-6362&quot;&gt;&lt;/span&gt; terdapat ibukota kabupaten yang sejak Oktober 2011 lalu, seluruh pelanggannya 100% menggunakan layanan Listrik Pintar.
 Ibukota kabupaten Jayawijaya, Wamena, menjadi ibukota pertama di 
Indonesia yang 100% pelanggannya menggunakan layanan Listrik Pintar.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada saat Oktober 2011 lalu, dari 
sekitar 7300 pelanggan PLN Wamena semuanya telah menggunakan layanan 
Listrik Pintar. Manajer PLN Wamena, Sudharmono menyatakan bahwa proses 
untuk menuju 100% pelanggannya menggunakan Listrik Pintar membutuhkan 
waktu dan proses yang cukup panjang hingga hampir 2 tahun untuk 
melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada pelanggan termasuk 
pendekatan kepada para stakeholder yang ada mengenai manfaat yang akan 
didapat dari layanan Listrik Pintar. Hingga Agustus 2012, pelanggan PLN 
Wamena telah mencapai 8800 pelanggan dan kesemuanya telah menggunakan 
layanan Listrik Pintar.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Kami secara intensif melakukan 
sosialisasi ke kampung-kampung, dari honai ke honai, ke pasar-pasar 
hingga kantor pemerintahan untuk menyampaikan kepada masyarakat mengenai
 keuntungan dari layanan Listrik Pintar. Kami juga mendapat dukungan 
dari Pemerintah Daerah setempat, dimana Bupati Jayawijaya, John Wempi 
Wetipo ikut serta melakukan sosialisasi kepada aparat Pemda setempat dan
 juga kepada warga Kota Wamena yang tentunya sangat membantu kami dalam 
memasarkan layanan Listrik Pintar di Wamena” ujar Sudharmono.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pln.co.id/wp-content/uploads/2012/08/DUL_0158.jpg&quot;&gt;&lt;img class=&quot;alignleft size-medium wp-image-6363&quot; src=&quot;http://www.pln.co.id/wp-content/uploads/2012/08/DUL_0158-300x199.jpg&quot; alt=&quot;&quot; height=&quot;199&quot; width=&quot;300&quot;&gt;&lt;/a&gt;
 Desmon Yikwa (38 tahun), seorang warga yang kesehariannya adalah petani
 di daerah Kurulu, sekitar 8 km dari pusat kota Wamena, telah menjadi 
pelanggan Listrik Pintar sejak Januari 2012. Menurut Desmon, manfaat 
yang diperoleh dengan menggunakan Listrik Pintar adalah dirinya dapat 
dengan mudah mengontrol pemakaian listrik di rumahnya. &quot;Saya isi voucher
 listrik 50 ribu rupiah untuk pakai hampir 2 bulan, irit sekali untuk 
saya yang hanya seorang petani” jelas Desmon. Untuk mendapatkan voucher 
Listrik Pintar, dirinya biasa membeli di loket PLN atau di salah satu 
kios yang ada di pasar Nayak, Wamena.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sementara itu, General Manager PLN Papua
 &amp;amp; Papua Barat, Robert Sitorus menyatakan bahwa selain Wamena, akan 
segera menyusul Kota Sarmi dan Kaimana yang akan 100% pelanggannya 
menggunakan layanan Listrik Pintar. &quot;Hingga Juni 2012, dari 309 ribu 
pelanggan PLN Papua &amp;amp; Papua Barat, baru sekitar 48 ribu pelanggan 
yang menggunakan layanan Listrik Pintar atau hanya 15% dari total 
pelanggan yang ada. Oleh karena itu, kami terus berupaya untuk melakukan
 komunikasi dan pendekatan kepada pelanggan untuk mau ber-migrasi dan 
beralih menggunakan layanan Listrik Pintar” tegas Robert Sitorus. (***)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sumber&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a title=&quot;PLN&quot; href=&quot;http://www.pln.co.id/?p=6362&quot;&gt;http://www.pln.co.id/?p=6362&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://voucherpln.ucoz.com/news/wamena_ibukota_kabupaten_pertama_di_indonesia_100_listrik_pintar/2012-08-11-4</link>
			<dc:creator>voucherpln</dc:creator>
			<guid>https://voucherpln.ucoz.com/news/wamena_ibukota_kabupaten_pertama_di_indonesia_100_listrik_pintar/2012-08-11-4</guid>
			<pubDate>Sat, 11 Aug 2012 19:57:51 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Perang Bocor…Apa Itu?</title>
			<description>&lt;div class=&quot;entry-content&quot;&gt;
 &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Oleh : Ngurah Adnyana-Direktur Operasi Jawa Bali&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan hasil PPJB-2 yang terlihat 
mengesankan maka agar semangat berperang di Jawa Bali tetap membara, 
harus diciptakan perang baru Pak. Itulah salah satu usulan menarik pada 
Raker Direktorat Operasi Jawa Bali di Surabaya tgl 12-13 Juli 2012 yang 
disampaikan Pak Haryanto WS – GM Distribusi Jatim.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memang setelah sukses menjalankan Perang
 Padam Jawa Bali jilid 1 (PPJB-1) pada tahun 2011 dimana gangguan 
pembangkit (EFOR), gangguan trafo, transmisi, penyulang dan kubikel 20 
kV turun dengan sangat mengesankan di atas 60%, maka pada awal tahun 
2012 PPJB-1 diteruskan dengan PPJB jilid 2. Dalam PPJB-2 area 
pertempuran diperluas dengan menjadikan gangguan temporer, gangguan 
Jaringan Tegangan Rendah (JTR) dan Sambungan Rumah (SR) menjadi musuh 
bersama (common enemy). Hasilnya pun ...</description>
			<content:encoded>&lt;div class=&quot;entry-content&quot;&gt;
 &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Oleh : Ngurah Adnyana-Direktur Operasi Jawa Bali&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan hasil PPJB-2 yang terlihat 
mengesankan maka agar semangat berperang di Jawa Bali tetap membara, 
harus diciptakan perang baru Pak. Itulah salah satu usulan menarik pada 
Raker Direktorat Operasi Jawa Bali di Surabaya tgl 12-13 Juli 2012 yang 
disampaikan Pak Haryanto WS – GM Distribusi Jatim.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memang setelah sukses menjalankan Perang
 Padam Jawa Bali jilid 1 (PPJB-1) pada tahun 2011 dimana gangguan 
pembangkit (EFOR), gangguan trafo, transmisi, penyulang dan kubikel 20 
kV turun dengan sangat mengesankan di atas 60%, maka pada awal tahun 
2012 PPJB-1 diteruskan dengan PPJB jilid 2. Dalam PPJB-2 area 
pertempuran diperluas dengan menjadikan gangguan temporer, gangguan 
Jaringan Tegangan Rendah (JTR) dan Sambungan Rumah (SR) menjadi musuh 
bersama (common enemy). Hasilnya pun secara umum cukup mengesankan.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk menjawab usulan pak Haryanto, kali ini saya ingin berbagi tentang ‘perang baru’ di Jawa Bali.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lho …. perang baru? Perang apa pula ini? Musuhnya apa, siapa, dan ada dimana?&lt;br&gt;
Mari kita pahami dulu filosofinya.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Proses jual beli tenaga listrik dimulai 
dengan membangkitkan tenaga listrik di pusat-pusat pembangkit listrik 
seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), PLTDiesel, PLTGas, PLTGas 
dan Uap, PLTPanas Bumi, dan PLTAir. Untuk yang skala kecil ada PLTBayu 
(angin), PLTSurya, PLTSampah, PLTBiomas dan lain-lain.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari pusat pembangkit, listrik 
disalurkan ke Gardu Induk Tegangan Extra Tinggi (GITET) atau Gardu Induk
 (GI). Kemudian dari GI disalurkan ke penyulang (feeder) 20 kV, terus 
melalui trafo distribusi tegangan diturunkan dari 20 kV menjadi tegangan
 rendah 220 Volt dan akhirnya disalurkan ke pelanggan.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah listrik diterima oleh pelanggan,
 PLN wajib mengukur berapa energi listrik yang dikonsumsi oleh pelanggan
 dan kemudian ditagihkan dalam bentuk rekening listrik. Pelanggan 
membayar rekening listrik melalui berbagai macam media seperti loket 
pembayaran rekening, auto debit, ATM dan diproses di infrastruktur 
rekening (billing) PLN seperti Payment Point Online Bank (PPOB), 
Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpadu (AP2T), dan Pengelolaan dan 
Pengawasan Arus Pendapatan Secara Terpusat (P2APST). Selanjutnya uang 
pembayaran rekening listrik masuk ke rekening kas PLN di bank-bank yang 
bekerja sama dengan PLN.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Begitulah proses bisnis penjualan 
listrik PLN. Pertama, proses penyaluran energi listrik dari pembangkit 
sampai ke pelanggan. Kedua, proses pendapatan PLN yang dimulai dari 
pembacaan meter, penagihan dan pembayaran rekening listriknya, melewati 
beberapa tahapan proses, melibatkan beberapa pihak di luar PLN dan 
tentunya juga dengan menghadapi resiko di sepanjang proses tadi.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pertanyaannya, apakah kita sudah yakin 
di sepanjang kedua proses tadi semua proses berjalan mulus, akurat dan 
tidak ada kebocoran? Yakinkah kita bahwa di sepanjang proses penyaluran 
listrik tidak terjadi kebocoran dalam bentuk susut energi atau losses 
yang berlebihan? Yakinkah kita bahwa dalam pembacaan meter kWh 
perhitungan rekening listrik sudah akurat? Yakinkah kita selama proses 
penagihan, pembayaran tagihan rekening listrik sampai uang tagihan 
rekening listrik masuk ke kas PLN sebagai pendapatan PLN tidak ada 
kebocoran?&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk meyakinkan kita bahwa kedua proses
 tadi menjamin pendapatan (revenue) PLN, maka perlu dilakukan 
langkah-langkah atau program ‘menjamin pendapatan’ yang dalam istilah 
manajemen disebut Revenue Assurance atau disingkat Revass. Dalam program
 Revass ini kita memerangi kebocoran yang mungkin terjadi di sepanjang 
kedua proses tadi.&lt;br&gt;
Inilah jawaban pertanyaan pertama &quot;apa filosofi atau latar belakang 
kenapa program Revenue Assurance diterapkan di PLN ?” yang saya ajukan 
kepada para OPI (Operation Performance Improvement) Local Coach pada 
forum tanya jawab Q/A tentang Revass di Bandung dan Jakarta minggu lalu.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Revenue Assurance (Revass) atau Perang Bocor?&lt;br&gt;
Dari pada disebut program Revass – kata Revass ini tidak pernah ada 
dalam kamus Bahasa Indonesia – maka biar lebih menggigit dan membumi 
program Revenue Assurance ini kita sebut saja Perang Bocor karena yang 
diperangi adalah kebocoran energi dan pendapatan sebagai musuh kita 
bersama. Dan karena mulai diterapkan di Jawa Bali, maka agar lebih 
spesifik program ini disebut Perang Bocor Jawa Bali (PBJB).&lt;br&gt;
Di daerah mana saja medan pertempuran Perang Bocor ini?&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk memerangi kebocoran kedua proses 
di atas, PLN sudah meminta jasa konsultan Ernst &amp;amp; Young (EY) untuk 
merumuskan medan pertempuran PBJB ini. Setelah berdiskusi dengan PLN, 
ditetapkanlah empat medan pertempuran Perang Bocor ini yang harus 
dimenangkan PLN yaitu :&lt;/p&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memastikan penyaluran energi listrik dari GI sampai ke pelanggan 
dengan susut energi di jaringan distribusi seminimal mungkin. Medan 
pertempuran menekan susut energi ini disebut Rekonsiliasi Energi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memastikan bahwa pelanggan dikenakan tarif sesuai dengan peruntukannya. Medan pertempuran ini disebut Rekonsiliasi Komersial.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memastikan bahwa data yang 
tercatat di PLN dalam bentuk Daftar Induk Langganan (DIL), Arsip Induk 
Langganan (AIL) dan data yang terpasang di pelanggan adalah sama. Medan 
pertempuran ini disebut Pembenahan Data Pelanggan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memastikan bahwa proses pembacaan
 meter, pencetakan rekening, penagihan, pembayaran rekening sampai uang 
masuk kas PLN sebagai pendapatan PLN yang prosesnya sangat mengandalkan 
aplikasi IT harus aman dan terkendali. Medan pertempuran ini disebut 
Pembenahan Infrastruktur Proses Bisnis.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Itulah empat medan pertempuran yang harus dimenangkan oleh PLN khususnya oleh teman-teman di Unit Distribusi PLN.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk tahap awal PBJB ini wajib 
dilaksanakan di PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten serta PLN 
Distribusi Jaya dan Tangerang pada masing-masing lima Area sebagai pilot
 project. Di kedua unit ini kontribusi pendapatannya mencapai lebih dari
 Rp 5 Trilyun/bulan atau sekitar 50% pendapatan PLN se-Indonesia. Adapun
 PLN Distribusi Bali -sesuai hasil penilaian EY- yang dengan e-Map nya 
dan kesesuaian DIL-AIL-data lapangan sudah lebih siap dalam melaksanakan
 rekonsiliasi energi, pembenahan data pelanggan dan rekonsiliasi 
komersial, juga diminta langsung melaksanakan PBJB ini. Sedangkan PLN 
Distribusi Jatim dan PLN Distribusi Jateng pada semester ini mulai 
menyiapkan diri dan akan memulai PBJB ini pada awal tahun 2013.&lt;br&gt;
Kenapa melibatkan OPI Coach?&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pertanyaan kedua inilah yang saya ajukan
 kepada para OPI Local Coach pada acara tanya jawab Q/A : &quot;Kenapa dalam 
melaksanakan Perang Bocor ini melibatkan para OPI Local Coach ?”&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Atas pertanyaan ini, para OPI Coach yang
 mewakili lima Area secara umum menjawab : &quot;Karena OPI itu metodenya 
bagus, sistematikanya bagus, telah terbukti berhasil merubah metode 
kerja yang selama ini dipergunakan PLN, dan seterusnya.” Jawaban ini 
benar dari sisi OPI-nya. Tapi ada satu lagi tujuan penting melibatkan 
OPI Coach dalam penerapan Perang Bocor ini yang perlu dipahami.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebiasaan selama ini kalau inisiatif 
program dari PLN Pusat dan bersifat top-down process, programnya 
disosialisasikan oleh Tim Pusat ke Unit Induk. Kemudian Tim Unit Induk 
mensosialisasikan ke Unit Pelaksana. Dengan metode ini dianggap program 
tersebut akan bisa terlaksana secara efektif. Kenyataannya, metode 
sosialisasi bertingkat seperti ini hanya menghasilkan pemahaman 20% di 
tingkat Unit Pelaksana dan hasil akhirnya bisa jadi hanya 10%. Hasil 
metode ini juga terlihat pada fase awal penerapan Revass (sebelum 
disebut Perang Bocor). Teori Revass disosialisasikan ke Unit Induk, 
kemudian ke Unit Pelaksana. Setelah dicek oleh konsultan, hasil 
penerapan di lapangan hanya efektif 20% dari skenario yang direncanakan.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Atas pengalaman inilah metode penerapan 
Perang Bocor ini harus dirubah dengan memakai &quot;pengawal” dan pasukan 
pengawal ini adalah OPI Coach. Para Coach inilah yang diharapkan bisa 
mengawal, menagih, mengkoreksi dan meluruskan penerapan Perang Bocor 
agar berjalan efektif.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Metode &quot;pengawal” oleh OPI Local Coach 
ini sudah terbukti efektif di lapangan. Saat saya ke Yogyakarta pada 
acara Leadership Engine for Execution Capability Improvement (LE4ECI) 
awal Juli 2012, setelah berkunjung ke GI Kentungan bersama pak Subuh – 
Manajer Area Yogyakarta, saya kembali ke kantor Area dan berbincang 
dengan teman-teman di Area Yogyakarta. Dengan bersemangat Pak Supriyadi –
 Asman Distribusi Area Yogyakarta melaporkan penurunan gangguan 
penyulang di Area Yogyakarta pada semester I – 2012. &quot;Pak, gangguan 
penyulang kami turun 40% Pak.” Ketika saya teliti datanya memang turun 
40%. Ini bukti budaya trust sudah berjalan. Tapi setelah saya teliti 
lagi, ternyata gangguan triwulan I turun 25% dan triwulan-II turun 60%.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu saya tanya : &quot;Kenapa gangguan 
triwulan II turunnya jauh lebih banyak dari penurunan triwulan I ?&quot;Pak 
Supriyadi spontan menjawab : &quot;Iya Pak, kami diuber-uber oleh OPI Coach. 
Kami malu diuber-uber teman-teman OPI Coach yang muda-muda ini. Mereka 
selalu menagih pelaksanaan dari rencana yang kami buat. Tapi hasilnya 
lumayan Pak … gangguan jadi banyak turun” berseri-seri wajah Pak 
Supriyadi. Wow….bravo OPI Coach dan bravo Area Yogyakarta.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada pertemuan itu ada beberapa ibu-ibu 
yang sudah senior ikut hadir. Saya tanyakan juga kepada ibu-ibu itu &quot;Bu,
 apakah ibu-ibu bisa menerima kehadiran dan kegiatan para anak-anak muda
 yang ditugaskan sebagai OPI Coach ini ?” Di luar dugaan ibu-ibu 
menjawab &quot;Kami senang dengan kehadiran yang muda-muda Pak karena bisa 
menularkan semangat kepada kami yang tua-tua….” Wow ini hebat, yang 
senior bisa menerima yang junior. Malah seorang ibu lain nyeletuk &quot;Kami 
juga bersyukur Pak, karena satu anak muda itu sudah menjadi menantu 
saya…..he..he.” Lalu kami semua tertawa…he..he….&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi itulah yang diharapkan dari 
keterlibatan OPI Coach dalam penerapan Perang Bocor. Menerapkan metode 
kerja yang sistematis sekaligus mengawal eksekusi di lapangan. Harapan 
lebihnya bisa menularkan semangat muda kepada pegawai yang senior. 
Kalaupun akhirnya diambil menjadi mantu, tentu lebih bersyukur lagi…. 
nyatanya memang tidak sedikit pegawai muda PLN yang diambil mantu oleh 
para GM-nya.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kalau awal Perang Bocor ini berhasil, 
maka kita bisa melipatgandakan kemenangan di saat bulan puasa ini. 
Menang melawan musuh kebocoran energi dan pendapatan PLN, sekaligus 
menang melawan musuh hawa nafsu.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selamat melaksanakan ibadah puasa bagi Saudara-saudaraku yang melaksanakannya.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jakarta, 22 Juli 2012&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;sumber&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a title=&quot;PLN&quot; href=&quot;http://www.pln.co.id/?p=6263&quot;&gt;http://www.pln.co.id/?p=6263&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://voucherpln.ucoz.com/news/perang_bocor_apa_itu/2012-08-11-3</link>
			<dc:creator>voucherpln</dc:creator>
			<guid>https://voucherpln.ucoz.com/news/perang_bocor_apa_itu/2012-08-11-3</guid>
			<pubDate>Sat, 11 Aug 2012 19:56:17 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Pelanggan Listrik Sumsel, Jambi dan Bengkulu 2.016.57</title>
			<description>&lt;div id=&quot;contentleft-wp&quot;&gt;
 
 &lt;div id=&quot;primary&quot; class=&quot;widget-area&quot; role=&quot;complementary&quot;&gt;
 &lt;ul class=&quot;xoxo&quot;&gt;&lt;li id=&quot;text-4&quot; class=&quot;widget-container widget_text&quot;&gt;&lt;h3 class=&quot;widget-title&quot;&gt;Populer&lt;/h3&gt; &lt;div class=&quot;textwidget&quot;&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pln.co.id&quot;&gt;Beranda&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pln.co.id/?p=137&quot;&gt;Produk &amp;amp; Layanan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pln.co.id/?p=2260&quot;&gt;Careers&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pln.co.id/?p=129&quot;&gt;CSR&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pln.co.id/unit-pln&quot;&gt;Unit PLN&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/div&gt;
 &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
 &lt;/div&gt;

 &lt;/div&gt;
 
 

 

 
 &lt;h1 class=&quot;entry-title&quot;&gt;Pelanggan Listrik Sumsel, Jambi dan Bengkulu 2.016.57&lt;/h1&gt;
&lt;img src=&quot;http://www.pln.co.id/images/barline.png&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;100%&quot;&gt; 
 

 &lt;div class=&quot;entry-content&quot;&gt;
 &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;(Palembang, 9/8) Pelanggan listrik
 wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) Jambi dan Bengkulu sampai Juli 2012 
telah mencapai 2.016.576 pelanggan. &quot;PLN memberikan apresiasi kepada 
pelanggan pengguna list...</description>
			<content:encoded>&lt;div id=&quot;contentleft-wp&quot;&gt;
 
 &lt;div id=&quot;primary&quot; class=&quot;widget-area&quot; role=&quot;complementary&quot;&gt;
 &lt;ul class=&quot;xoxo&quot;&gt;&lt;li id=&quot;text-4&quot; class=&quot;widget-container widget_text&quot;&gt;&lt;h3 class=&quot;widget-title&quot;&gt;Populer&lt;/h3&gt; &lt;div class=&quot;textwidget&quot;&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pln.co.id&quot;&gt;Beranda&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pln.co.id/?p=137&quot;&gt;Produk &amp;amp; Layanan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pln.co.id/?p=2260&quot;&gt;Careers&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pln.co.id/?p=129&quot;&gt;CSR&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pln.co.id/unit-pln&quot;&gt;Unit PLN&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/div&gt;
 &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
 &lt;/div&gt;

 &lt;/div&gt;
 
 

 

 
 &lt;h1 class=&quot;entry-title&quot;&gt;Pelanggan Listrik Sumsel, Jambi dan Bengkulu 2.016.57&lt;/h1&gt;
&lt;img src=&quot;http://www.pln.co.id/images/barline.png&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;100%&quot;&gt; 
 

 &lt;div class=&quot;entry-content&quot;&gt;
 &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;(Palembang, 9/8) Pelanggan listrik
 wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) Jambi dan Bengkulu sampai Juli 2012 
telah mencapai 2.016.576 pelanggan. &quot;PLN memberikan apresiasi kepada 
pelanggan pengguna listrik ke satu juta yakni Atmo Ngatiman, petani 
sawit dan karet dari Desa Surya Adi Pematang Panggang, Mesuji Kabupaten 
Ogan Komering Ilir,” kata Direktur Operasi Indonesia Barat PT PLN 
(Persero) Moch Harry Jaya Pahlawan saat kunjungan kerja ke PLN Regional 
Palembang, Kamis (9/8).&lt;/p&gt;
&lt;div id=&quot;attachment_4419&quot; class=&quot;wp-caption alignleft&quot; style=&quot;width: 310px&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pln.co.id/wp-content/uploads/2011/12/TambahDayaGratis.jpg&quot;&gt;&lt;img class=&quot;size-medium wp-image-4419&quot; title=&quot;TambahDayaGratis&quot; src=&quot;http://www.pln.co.id/wp-content/uploads/2011/12/TambahDayaGratis-300x197.jpg&quot; alt=&quot;&quot; height=&quot;197&quot; width=&quot;300&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;Petugas PLN memasang meter listrik pelanggan&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain itu juga diberikan apresiasi 
kepada pelanggan ke dua juta atas nama Rianto, Guru SD di Kota Kayu 
Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Harry mengatakan guna memenuhi 
keandalan memasok listrik kepada pelanggan juga dilakukan peresmian 
sejumlah proyek.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di antaranya penandatanganan kontrak 
PLTG Musi Rawas 2X4 Megawatt (MW) antara PLN Wilayah S2JB dengan PT Mura
 Eenergi Buana dan penyerahan SLO PLTG BOT Borang 2X30 MW.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Sudah jelas PLN akan meningkatkan 
pelayanan kepada masyarakat terutama meningkatkan kehandalan listrik. 
Dengan peningkatan keandalan diharapkan sistem kelistrikan Sumsel 
terkendali dan terpantau,” katanya.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Harry mengatakan dengan adanya kerja 
sama PLN dengan Mura Energi Buana untuk pembangunan PLTG Musi Rawas 2X4 
MW dan PLTG BOT Borang 2X30 MW serta pengoperasian Penyulang 20 KV Ex 
PTM GI Seduduk Putih, dapat mendukung program pemerintah dan pelanggan 
setempat.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Dukungan dan peran serta pemerintah 
merupakan cerminan bahwa PLN selalu berkordinasi dalam setiap program 
pembangunan,” katanya.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Harry mengatakan pelanggan listrik 
pintar di Sumsel termasuk yang terbesar di Indonesia. Indonesia sendiri 
terbanyak (6 juta) listrik pintar di dunia. Kedua Afrika Selatan (4 
juta)&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurut Harry tugas PLN ke depan untuk 
mengelola ketenagalistrikan semakin berat. Keberhasilan PLN dimasa 
mendatang sangatlah ditentukan oleh kebijakan-kebijakan yang dibuat saat
 ini.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Sehingga segala keputusan yang diambil 
sangatlah berpengaruh terhadap keberhasilan pembangunan 
ketenagalistrikan di masa mendatang,” katanya.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Harry menambahkan perlu skenario untuk 
mengatasi krisis listrik. Skenario itu seperti kerjasama pembangunan 
kelistrikan. &quot;Membayar listrik tepat waktu dan menghilangkan pencurian 
listrik juga merupakan bagian skenario,” katanya.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;GM Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban 
Sumatera (P3BS) PLN, Bambang Budiarto, mengatakan guna meningkatkan 
keandalan maka dilakukan pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung 
kelistrikan di wilayah Sumsel dan Jambi. &quot;Saat ini kami di antaranya 
mengoperasikan 34 GI 150 KV dan 11 buah GI 70 KV,” katanya&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sumber&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a title=&quot;PLN&quot; href=&quot;http://www.pln.co.id/?p=6373&quot;&gt;http://www.pln.co.id/?p=6373&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;
 &lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://voucherpln.ucoz.com/news/pelanggan_listrik_sumsel_jambi_dan_bengkulu_2_016_57/2012-08-11-2</link>
			<dc:creator>voucherpln</dc:creator>
			<guid>https://voucherpln.ucoz.com/news/pelanggan_listrik_sumsel_jambi_dan_bengkulu_2_016_57/2012-08-11-2</guid>
			<pubDate>Sat, 11 Aug 2012 19:54:13 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>LISTRIK PRABAYAR</title>
			<description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline&quot;&gt;PENJELASAN SEPUTAR LISTRIK PRABAYAR :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apa itu Stroom Steer Listrik Prabayar (LPB)&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Adalah layanan terbaru dari PLN dengan berbagai kelebihan dalam 
mengatur penggunaan energi listrik melalui meter elektronik prabayar. 
Inovasi termutakhir yang berorientasi pada kenyamanan pelanggan ini 
merupakan wujud penghargaan kepada Anda pelanggan PLN. Lewat Prabayar, 
Anda lebih leluasa dalam mengendalikan pemakaian listrik, sesuai dengan 
kebutuhan dan keinginan. &amp;nbsp;Dengan Stroom Steer Listrik Prabayar, 
menggunakan listrik menjadi Lebih Nyaman dan Lebih Terkendali.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah KWH Meter lebih mahal dibanding Listrik Pasca Bayar / Analog ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penghitungan KWH Meter LPB sama saja dengan KWH Meter Analog karena 
telah melalui tahap standarisasi Tera (tidak lebih mahal) dan harga 
Rp/kWh Listrik Prabayar sudah diatu...</description>
			<content:encoded>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline&quot;&gt;PENJELASAN SEPUTAR LISTRIK PRABAYAR :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apa itu Stroom Steer Listrik Prabayar (LPB)&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Adalah layanan terbaru dari PLN dengan berbagai kelebihan dalam 
mengatur penggunaan energi listrik melalui meter elektronik prabayar. 
Inovasi termutakhir yang berorientasi pada kenyamanan pelanggan ini 
merupakan wujud penghargaan kepada Anda pelanggan PLN. Lewat Prabayar, 
Anda lebih leluasa dalam mengendalikan pemakaian listrik, sesuai dengan 
kebutuhan dan keinginan. &amp;nbsp;Dengan Stroom Steer Listrik Prabayar, 
menggunakan listrik menjadi Lebih Nyaman dan Lebih Terkendali.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah KWH Meter lebih mahal dibanding Listrik Pasca Bayar / Analog ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penghitungan KWH Meter LPB sama saja dengan KWH Meter Analog karena 
telah melalui tahap standarisasi Tera (tidak lebih mahal) dan harga 
Rp/kWh Listrik Prabayar sudah diatur dalam TDL 2010 yang dikeluarkan 
oleh menteri ESDM No. : 07 Tahun 2010. Yang akan menentukan hemat atau 
boros adalah 100 % perilaku pengunaan peralatan listrik oleh pelanggan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Serupa dengan telepon, dengan Prabayar cenderung orang akan berhemat,
 sebaliknya dengan Pascabayar cenderung orang lebih boros karena kurang 
terkendali.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apa keuntungan LPB dibanding Analog&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemakaian listrik lebih terkendali&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tanpa ada sanksi pemutusan&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tanpa dikenakan denda keterlambatan&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tanpa Uang Jaminan Pelanggan&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tanpa ada pencatatan meter&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Privasi tidak terganggu&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak dikenakan biaya beban bulanan&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kemudahan pembelian Token / STROOM&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pembelian disesuaikan kemampuan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak ada batas masa aktif (aktif selama kWH masih tersisa).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana Proses Pasang Baru Stroom Steer LPB ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Calon pelanggan melakukan pendaftaran&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Petugas PLN melakukan survey&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penerbitan surat persetujuan&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Calon pelanggan menyampaikan Sertifikasi Laik Operasi (SLO).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Calon pelanggan membayar biaya penyambungan dan Stroom perdana&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Calon pelanggan menandatangani surat perjanjian jual beli tenaga listrik (SPJBTL)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Petugas PLN melaksanakan penyambungan&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana proses Migrasi dari Pasca Bayar Analog ke Stroom Steer LPB?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pelanggan melakukan pendaftaran dilengkapi KTP dan denah lokasi&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penerbitan surat persetujuan&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Membayar biaya Stroom perdana&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menandatangani surat perjanjian jual beli tenaga listrik (SPJBTL)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Petugas PLN melaksanakan penggantian kWH meter&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana proses Tambah Daya Listrik Prabayar?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sama dengan proses Pasang Baru, kecuali SLO hanya 
diperlukan bila terjadi perubahan instalasi dalam bangunan. MCB akan 
diganti. kWH meter akan disetting ulang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Berapa saja nilai voucher Stroom (Token) Isi Ulang yang ada ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mulai dari Rp 50.000,- s/d Rp 1.000.000,- dengan kelipatan Rp. 50.000,-&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pembeli Stroom mendapatkan struk berisi 20 digit angka untuk di input ke meteran.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Berapa KWH yang diperoleh untuk pembelian Rp 100.000,- ? (cek attachment)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bervariasi sesuai golongan tarif Daya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk R1 900VA, nominal Rp 100 ribu = 75 kWH&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apa saja komponen biaya yang ada dalam token stroom?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Stroom (KWH), PPJ tergantung daerah masing – masing &amp;nbsp;(utk Makassar &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;7 %) dan biaya Admin sebesar Rp. 2.500,-&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah ada tanda-tanda bila Stroom Akan habis?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ada. Berupa bunyi alarm (&quot;bip bip”) setiap menit pada saat tersisa 5 kWh atau diatasnya pada kWh meter.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dimana &amp;amp; Kapan dapat membeli token stroom?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Saat ini :&lt;/em&gt; Pembelian Stroom dapat dilakukan di Kantor Pelayanan PLN terdekat (Kantor Ranting/ Rayon).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Akan datang :&lt;/em&gt; Pembelian dapat dilakukan juga di seluruh Bank/ATM yang bekerjasama dengan PLN (PPOB – Payment Point Online Bank)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bisakah pelanggan membeli Token Stroom di Kantor PLN yang berbeda (berbeda Ranting-Rayon / berbeda Cabang / berbeda Wilayah)?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Saat ini :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Pembelian Stroom dapat dilakukan di Kantor Pelayanan PLN (Kantor Ranting/ Rayon) mana saja.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Akan datang :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Pembelian dapat dilakukan dimana saja seluruh Indonesia via bank/ATM yang bekerjasama dengan PLN (PPOB).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dapatkah saya menjadi agen penjual Token Stroom seperti agen- voucher telepon? &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk saat ini belum dapat dilakukan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kedepannya dapat dilakukan dengan menjadi &lt;em&gt;downline&lt;/em&gt; bank yang bekerjasama dengan PLN (PPOB)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana bila Token Stroom yang baru dibeli hilang ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jangan khawatir, Pelanggan yang kehilangan struk Stroom dan lupa 20 
digit angka tetap bisa mendapatkan haknya dengan menghubungi kembali 
kantor PLN dengan menyebutkan ID Meter pelanggan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah ada tanggal kadaluarsa untuk Token &amp;nbsp;Stroom yang dibeli ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidak ada tanggal kadaluarsa bagi Stroom yang dibeli.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah Token Stroom dapat diisikan pada KWH Meter berbeda ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidak. Token Stroom hanya dapat diisikan pada KWH meter &lt;strong&gt;&lt;em&gt;sesuai dengan ID Meter yang disebutkan pada saat pembelian&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, sehingga tidak dapat digunakan di KWH Meter lain.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apa batasan hak/kewajiban pelanggan terhadap Alat Pengukur dan Pembatas /APP (KWH Meter+ MCB) ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yang menjadi batas hak &amp;amp; kewajiban PLN adalah mulai dari 
instalasi jaringan listrik sebelum APP (kWh meter) sampai APP (kWh 
Meter). Untuk instalasi setelah APP (kWh meter) menjadi tanggung jawab 
pelanggan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana bila Stroom yang ada belum habis kemudian diisi dengan token Stroom baru?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Akan diakumulasi. Nilai Stroom (KWH) lama tidak akan hilang melainkan bertambah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana cara mengisi token stroom?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Masukkan 20 digit angka yang terdapat dalam Struk Token Stroom. Dibaca dari kiri ke kanan sesuai barisnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dengan tidak adanya lagi petugas cater, bagaimana pihak PLN mengetahui adanya pencurian listrik di sisi pelanggan?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setiap transaksi pembelian oleh pelanggan akan tercatat di Sistem PLN
 dan akan dilakukan analisa pelanggan. Selain itu akan tetap ada 
pengecekan rutin oleh tim lapangan untuk memastikan kWh Meter beroperasi
 degan baik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bila ada masalah LPB, kemana saya harus melapor?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bisa melalui Call Center PLN tlp. 123 atau kantor pelayanan PLN setempat, 7 x 24 jam seminggu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Informasi Lengkap dapat diakses di&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://www.pln.co.id/ntb/?p=108&lt;br&gt;&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://voucherpln.ucoz.com/news/listrik_prabayar/2012-08-11-1</link>
			<dc:creator>voucherpln</dc:creator>
			<guid>https://voucherpln.ucoz.com/news/listrik_prabayar/2012-08-11-1</guid>
			<pubDate>Sat, 11 Aug 2012 19:50:59 GMT</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>